Kebutuhan air minum rata-rata orang setiap hari sekitar 2 liter agar tubuh tidak kekurangan cairan. Kekurangan cairan akan menyebabkan terganggunya fungsi ginjal serta metabolisme tubuh. Namun air yang masuk ke tubuh manusia, haruslah air yang jernih dan tidak mengandng bakteri, kuman, serta bahan kimia.
Sayangnya air minum yang layak minum semakin sulit di dapat, terutama di perkotaan.sehingga orang semakin banyak orang membeli air dalam kemasan atau air minum dalam kemasan (AMDK). Tetapi masyarakatpun harus pandai memilih milihAMDK.
“AMDK yang memiliki bakteri di atas ambang batas, jika terkomsumsi dapat menyebabkan gangguan kesehatan antara lain masalah pencernaan, seperti diare dan muntaber. Ini akan menyerang, terutama bagi mereka yang imuno compromise atau yang memiliki masalah kesehatan. Karena itu ada baiknya konsumen memilih produk AMDK yang memiiki level TPC yang rendah dan terutama adalah tidak mengandung bakteri kolofom(E.Coli), ujar mulhaquddin S,SSi,MSi, kepala seksi pengujian balai Besar Industry Agro (BBIA)
Dengan memiliki level TPC (Total Plate Count Bakteria in Water/total koloni mikroorganisme) yang rendah,maka produk AMDK semakin terjamin higienisnya,rasanya lebih segar, dan tentunya tidak menghasilkan zat-zat yang berbau tidak sedap, seperti apek atau busuk.
Ia mengatakan, pentting bagi produsen AMDK untuk memperhatikan uji kualitas AMDK dengan menggunakan labolatorium yang terakreditasi oleh komite akreditasi nasional (KAN), sesuai dengan aturan AMDK dan standar nasional ndonesia (SNI)
Sumber : WARTA KOTA (minggu,5 Desember 2010) hal 4
Tidak ada komentar:
Posting Komentar